by

Yamaha Meraih Penjualan Sebanyak 1,45 juta Unit Sepanjang 2018 – Motor diJual Laris Manis

Motor diJual Laris Manis – Yamaha meraih penjualan sebanyak 1,45 juta unit sepanjang 2018. Angka penjualan itu, naik 7,9% dibandingkan dengan raihan pada 2017 yang sebanyak 1,34 juta unit. Public Relation Department PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Indonesia (YIMM) Antonius Widiantoro mengatakan, pertumbuhan penjualan sepeda motor Yamaha pada 2018 dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dan membaiknya harga komoditas. “Selain itu, pabrikan juga terus aktif mengeluarkan produk-produk baru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan gaya hidup masyarakat masa kini,” tulisnya kepada Bisnis, Selasa (15/1/2019). Anton menambahkan, sepanjang 2018 pabrikan juga berupaya menjaga harga jual walaupun nilai tukar bergerak fluktuatif. Beragam upaya itu membantu pasar sepeda motor tumbuh positif sepanjang 2018.

Data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor pada 2018 sebanyak 6,38 juta unit. Jumlah penjualan itu naik 8,4% dibandingkan dengan periode yang sama 2018. Yamaha yang meraih penjualan sebanyak 1,45 juta unit memantapkan posisi sebagai posisi kedua pangsa pasar sepeda motor nasional. Yamaha meraih 22,8% pangsa pasar pada 2018. Anton menuturkan, pada tahun ini Yamaha akan tetap berinovasi guna memenuhi kebutuhan pengguna sepeda motor sebagai alat transportasi ataupun sebagai gaya hidup. Yamaha, paparnya, memandang positif pada tahun ini dan berharap permintaan terus meningkat sehingga penjualan bertumbuh. “Kami tetap melihat positif dan berharap bahwa 2019 permintaan akan tetus tumbuh dan penjualan lebih meningkat lagi,” tambahnya.

Yamaha FreeGo, motor terbaru pabrikan lambang garputala disebut paling laris. Klaim ini dijabarkan Yamaha merunut pada hasil penjualan mereka di Indonesian Motorcycle Show (IMOS) 2018, beberapa waktu lalu.


freego motor dijual 

Pada gelaran itu,  Yamaha FreeGo perdana dikenalkan. Meluncur pertamanya bukan hanya di Indonesia, kehadirannya termasuk world premiere. Spesies ini sebelumnya tidak ada pada portfolio dagang Yamaha, di belahan dunia manapun. Lantas dalam tempo pameran yang singkat, FreeGo justru sukses jadi motor Yamaha paling laris.

“Untuk IMOS, top nomor 1 penjualan kami FreeGo,” jelas Yordan Satriadi, General Manager Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), di Bekasi, Sabtu (17/11) lalu. Hasil ini pun menurut Yamaha sangat mengejutkan. Maklum, di perhelatan itu, FreeGo untuk pertama kalinya diluncurkan. Dari tempo 5 hari pameran, terpotong hari pertama yang dibuka eksklusif untuk media dan undangan, jumlah hari efektif jualan mereka hanya 4 hari.

YIMM pun awalnya tak merencanakan FreeGo sebagai model pencaplok penjualan terbanyak. “Berbicara waktu itu, kami harusnya  Maxi Series yang jadi nomor satu, tapi ternyata animo masyarakat untuk FreeGo sangat luar biasa,” jelas Yordan.

Syahdan, dari belasan model yang dipajang, FreeGo meraup penjualan terbanyak. Bahkan kontribusinya mencapai 30 persen dari total jualan YIMM selama pameran. Angka pastinya, Yordan enggan menyebutkan. Pun dengan jumlah total unit, sehingga kami sulit mengetahui bagaimana keberhasilan yang dimaksud.

Klaim Yamaha, pada pameran dua tahunan itu, target jualan total yang dipatok sejak awal berhasil ditembus. “Cocok dengan target, karena kalau target memang harus dipatok tinggi,” jelas Yordan singkat.

Berdasar riset Yamaha di IMOS, ternyata keberhasilan FreeGo memang dikarenakan  tingkat kepraktisannya yang tinggi. “Ada tiga sih sebenarnya yang membuat masyarakat tertarik; pertama bagasinya luas, posisi (corong) tangki di depan dan smart key-nya itu,” tutur Yordan. Ia pun menjabarkan, tak sedikit masyarakat yang mengapresiasi fitur kunci canggihnya. “Jadi buat konsumen menengah, gak pakai kunci (smart key) ini jadi suatu yang sangat wow,” urainya.

Setelah FreeGo, penyumbang penjualan terbanyak terisi NMax. Skutik 155 cc ini meski sudah cukup umur, nyatanya masih laris menggoda masyarakat. Posisi ketiga diisi Lexi, keluarga paling muda dari Maxi Series dengan kubikasi mesin terkecil, 125 cc VVA.

Untuk diketahui, harga Yamaha FreeGo ditawarkan mulai Rp 18,5 juta hingga Rp 22,5 juta. Ada tiga varian yang bisa ditebus konsumen,  FreeGo, FreeGo S, dan FreeGo S ABS. Yup, aksara ABS di tipe termewah menjabarkan kemampuan remnya untuk tidak mengunci walau direm ekstrem (Antilock Braking System). Inilah kali pertama di Indonesia, skutik Jepang rakitan lokal menggunakan rem canggih itu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *